Miris Oknum Guru Besar Diduga Lindungi Kejahatan Raibnya Dana KP RI UNRI


PEKANBARU, BINTANGNASIONAL.COM-
Ketua Lembaga swadaya Masyarakat Sosial Peduli Lingkungan di wakili sekretaris Daulat Harahap secepat nya lapor kan ke pihak penegak hukum persoalan carut marut kondisi keuangan Koprasi Pegawai Republik Indonesia Universitas Riau KP RI UNRI di tahun 2014 /2019.

Ada pertemuan badan penyelamat koprasi Pegawai Republik Indonesia Unversitas Riau untuk sepakat menindak lanjuti tidak kooperatifnya pengurus masa bakti tahun 2014 /2019 terkait dengan bukti bukti pengunaan dana KP RI Unversitas Riau. 

Tanggal 6 Mei 2021 Badan Penyelamat transisi 2021 KP RI UNRI dan pengurus mengadakan pertemuan di gedung arsip Unri untuk sepakat menindak lanjuti tidak kooperatifnya pengurus masa bakti tahun 2014 /2019 terkait dengan bukti bukti pengunaan dana KP RI Unversitas dari 

Laporan Badan Pengawas Universitas Riau telah terjadi dugaan penyalah gunaan wewenang yang dilakukan pengurus lama tahun 2014/2019. Dengan indikasi memperkaya diri sendiri. 

Dan pengurus tahun 2014 /2019 pinjaman KP RI Universitas Riau sebesar Rp 25.936.832.141.Di empat Bank (laporan tim Badan Penyelamat ) tapi ada kejanggalan tidak di lapor kan oleh tim penyelamat untuk tindak lanjut ke depan dan ada apa ” jelas nya. 

Dalam laporan pertanggung jawaban pengurus 2014/2019 KP RI UNRI setiap Rapat anggota Tahunan RAT terdapat biaya biaya auditor, ternyata setelah di klarifikasi oleh badan penyelamat laporan tidak bisa di tunjuk kan.

Tidak ada iktikad baik pengurus lama untuk menunjuk kan utang piutang di empat Bank sesuai temuan tim penyelamat. 

Indikasi ada nya dugaan penyalah gunaan wewenang pengurus tahun 2014 /2019 di buktikan dengan pinjaman di empat Bank. 

Buku kas dan buku bank tidak di miliki KP RI (untuk melihat alur dana KPRI UNRI).

Miris nya Pengurus KP RI UNRI mendapat kan fasilitas yang luar biasa. 

Berdasar kan kejanggalan kejanggalan yang ditemukan dan kebijakan pengurus KP RI. UNRI tahun 2014/2019 ,kami dari LSM sosial dan peduli lingkungan secepat nya buat laporan ke APH ” tegasnya. 

Untuk di ketahui pengurus tahun 2014/2019.

Drs Ngadlan Wagiman MM sebagai Ketua KP RI UNRI tahun 2014/2019 

Wakil ketua : Dr Jimmie Copriadi ,MS 

Drs Zaili Rusli MS sebagai sekretaris tahun 2014/2019

Wakil sekretaris : Drs Suarman M.pd 

Drs Iswandi philly. sebagai Bendahara KP RI UNRI tahun 2014/2019 

Badan Pengawas : Yasir Pulungan 

Tempat yang berbeda pewarta dan awak media lainnya menjumpai ketua transisi KP RI UNRI tahun 2021/2024

Prof Zulfadil di Jalan Pattimura, Kota Pekanbaru Riau Sabtu 20/07/2024.

Prof Zul Fadil) Ketua Koperasi Pegawai Republik Indonesia, Universitas Negeri Riau diminta keterangan seperti apa kebenaran informasi dari LSM Sosial. 

Prof Zul Fadil membenarkan hasil temuan tersebut, kami sudah melakukan audit internal di awal tahun 2021 yang lalu, dan jumlahnya Rp 28 Milar itu diketahui berdasarkan pinjaman dari beberapa Bank yang sudah bermasalah, tetapi pinjaman di Bank tersebut ada jaminan berupa Tanah, aset KP-RI UNRI. tapi ada salah satu Bank, namanya Bank Nagari pinjaman itu tidak ada jaminannya mungkin ada kedekatan di antara pengurus KP-RI UNRI dimasa dengan Pihak Bank’ uang pinjaman Rp 28 M dari 4 Bank di pinjam kan kepada anggota dan non anggota ,termasuk pinjaman macet kepada mantan pejabat Unri.

Masa pengurus periode 2010 – 2014 adminstrasi nya tidak jelas sehingga tidak bisa di lacak pengurus transisi ,badan pengawas juga harus bertanggung jawab .Sejauh ini tidak melaksanakan tugas pengawasan nya ” papar nya. 

Kemudian Tim pewarta, bertanya kepada Prof Zul Fadil, bahwa Tim audit internal sudah di bentuk, dan sudah melakukan audit dan temuannya jelas menemukan ada nya kejanggalan di dana koperasi Rp 28 Milar, pertanyaannya:

Kenapa Tidak dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH)? 

Prof Zul Fadil, berdalih kami sudah melaporkan Kepada pengurus lama, seharusnya di buat Rapat Anggota (RAT) tapi sampai hari ini tidak di lakukan, jadi Siapa yang melaporkan, seharusnya anggota yang melaporkan ke APH, tapi kalo ini sempat naik ini akan menjadi atensi Nasional. 

pengurus sekarang ada 5 (Lima) dua diantaranya sakit, tentu yang sakit itu tidak bisa kita paksakan untuk datang ke kantor ini, dan yang dua lagi sama sekali tidak mau datang, menurut saya yang dua ini orang orang pengecut, tidak bertanggungjawab, jadi tinggal saya sendiri, untuk menyelesaikan ini. 

Tapi saya sudah membuktikan, bahwa dalam tiga tahun belakangan ini tidak ada gejolak, karena angsuran untuk Bank saya tetap cicil sesuai kemampuan, dan untuk pegawai yang sudah pensiun tetap dibayar tapi Secara berangsur angsur, ” tutup nya.(Rls/Tim). 

EDITOR : REDAKSI


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *