ROHUL,BINTANGNASIONAL.COM-Terkait hilangnya satu ekor sapi milik kelompok tani desa Sei Kandis kecamatan Pendalian IV Koto Rohul menjadi misteri bagi masyarakat, desa Sei Kandis.
Menurut ketua kelompok tani yang dipercayakan untuk memelihara 2 ekor sapi yang hilang tersebut, bahwa sapi yang hilang ini sudah terjadi sejak pertengahan bulan Ramadhan lalu dan pihaknya sudah pernah melaporkan kepada Kades tentang hilangnya sapi tersebut, “Saya sudah laporkan ke pak Kades perihal hilangnya sapi tersebut, namun saya tidak tau apakah sudah dilapor ke Polisi atau belum pak” kata Sugi, ketika dikonfirmasi awak media (Bintangnasional.com) beberapa waktu lalu dilkediamannya.
Ketika ditanya tentang keronologi saat hilangnya Sapi tersebut Sugi menerangkan bahwa Sapi tersebut hilang pada malam hari “Sapi itu hilang malam hari, Sapi tersebut saya ikat di kebun belakang rumah saya, pada saat hilang Sapi ada 3 ekor, 2 ekor Sapi milik kelompok tani, 1 ekor Sapi milik kelompok warga yang akan di sembelih pada saat hari Raya Idul Fitri, tapi saya heran juga kenapa cuma Sapi milik kelompok tani yang hilang” kata Sugi menjelaskan, sementara ketika ditanya tentang harga pada saat pembelian dan bagaimana sistem pembagian hasil, Sugi mengatakan bahwa pada mulanya Sapi jatah tersebut adalah untuk penggemukan, tapi ketika Sapi tersebut datang nyatanya Sapi tersebut adalah Betina, “Maka saya pertanyakan, kenapa berubah, kalau mengenai harga, pada saat aaya terima Sapi tersebut paling disekitaran harga 8 juta/ekor karna Sapi itu masih kecil” kata Sugi.
Masih terkait hilangnya Sapi milik kelompok Tani tersebut, awak media mencoba menanyakan, meengkonfirmasi kepada Ketua BPD desa Sei Kandis (Rivai) tentang hilangnya Sapi tersebut namun pihaknya mengatakan tidak mengetahui sama sekali tentang hal itu, “Kami tidak tau bang tentang hilangnya Sapi milik kelompok tani tersebut, karena kami tidak pernah diberitau, baik dari pihak yang memelihara maupun dari pihak Kepala Desa, kalau memang bener ini terjadi perlu juga nanti kami pertanyakan ke Kades maupun pihak kelompok tani yang dipercayakan untuk memeliharanya” katanya.
Sementara pihak Kepala Desa (Kades) Sei Kandis ketika dikonfirmasi mengenai hal ini melalui Ponselnya tidak aktif/tidak menjawab.
Ketika awak media mencoba mengkonfirmasi hal ini kesalah seorang Kaur Desa Sei Kandis tentang keberadaan Sapi tersebut, pihaknya membenarkan tentang adanya Kelompok Tani yang mendapat jatah Sapi pada periode tahun 2023 yang lalu, yang mana Sapi tersebut dibeli dari anggaran dana desa, sebanyak 3 ekor, dengan Total anggaran Rp 43.331.100, dalam prgram kerahanan pangan, (Penggemukan Sapi) namun mengenai hilangnya Sapi pihaknya tidak mengetahui kata Kaur.( YI )
Editor: Bintang

Leave a Reply