Rohul, Bintangnasional.com-Jajaran Polres Rokan Hulu, melalui Polsek Rokan IV Koto, bekerja sama dengan Pemerintah Desa Lubuk Bendahara, menggelar himbauan kepada masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan tradisi Mandi Berlimau yang selalu diadakan setiap tahunnya di sepanjang aliran sungai Rokan.
Pada kegiatan yang dilaksanakan pada hari Senin 11/03/2024 mengambil lokasi dijalan lintas Durian Sebatang menuju Rokan IV Koto, dengan membentang sepanduk Himbauan Waspada Sungai Rokan, yang saat ini kondisi air sungai sedang naik, arusnya sangat deras dan keruh.
Himbauan dan pemasangan Sepanduk yang dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Sektor (POLSEK) Rokan IV Koto ” AKP. TINDAON ” yang didampingi Kepala Desa Lubuk Bendahara ” RINALDI ” beserta unsur Unit Polsek Rokan IV Koto, beserta Babinsa dari Markas Koramil Rokan IV Koto, beserta masyarakat setempat.
Menurut Kapolsek ” AKP TINDAON ” hal ini kami laksanakan, karena pada beberapa waktu lalu saat masyarakat sedang melaksanakan tradisi tahunan mandi Berlimau yang selalu diadakan di aliran sungai Rokan sering terjadi musibah, hanyut dan tenggelamnya masyarakat yang sedang mandi-mandi bergembira menyambut bulan suci Ramadhan, sehingga menimbulkan kesedihan pada keluarga yang seharusnya bergembira.
Masih menurut Kapolsek “AKP. TINDAON ” kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melaksanakan mandi Berlimau sekarang ini dengan menggunakan Benen atau jenis apapun untuk mandi berhanyut,
Hal ini terlihat saat awak media (Wartawan Bintangnasional.com) melihat langsung kegiatan tersebut, melihat adanya beberapa unit kendaraan roda 4 pengangkut masyarakat yang ingin mandi menggunakan Benen dan alat Pelampung lainnya untuk memutar balik kendaraannya.
Sementara Kepala Desa Lubuk Bendahara ketika diwawancarai awak media mengatakan, hal ini kami laksanakan atas instruksi dari pimpinan Kecamatan Rokan IV Koto bersama Upika, agar pelaksanaan mandi berlimau tahun ini ditiadakan di Kecamatan Rokan IV Koto, oleh karenanya siapapun masyarakat yang lewat ke wilayah kami yang berniat ingin mandi, ” Bersihanyut ” istilah masyarakat disini, ini terpaksa harus kami suruh putar kembali.
memang kami sadar untuk hal ini sangat susah kami laksanakan, karna Tradisi Mandi Berlimau ini sudah menjadi tradisi turun menurun setiap tahunnya, tapi apa boleh buat, demi menjaga keamanan dan keselamatan bagi masyarakat terpaksa ini harus kami laksanakan, kata Kades Lubuk Bendahara ” RINALDI “.(YI).
Editor : Kiky


Leave a Reply