Bogor, Bintangnasional.Com-Terkait Implementasi Rencana Detail Tata Ruang di Kabupaten Kampar, Pemerintah Kabupaten Kampar makukan MoU dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) baik itu tentang penyelenggaraan, pengembangan dan pemanfaatan data dan informasi geospasial, kegiatan tersebut dilaksankan di Ruang Rapat Gedung BIG, Bogor, Rabu ( 21/2).
Penandatanganan ini dilakukan Bupati Kampar Hambali, SE,MH bersama Kepala Badan Informasi Geospasial Prof. Dr.rer.nat. Muhammad Aris Marfai, S.Si, M.Si.
Turut hadir pada kesempatan tersebut, Penjabat Sekda Kampar, Yusri, M.Si, Asisten I Setda Kampar, Ahmad Yuzar, Kepala Bappeda, Ardy Mardinsyah, Kepala Dinas PMD, Lukmasyah Badoe, Plt Kadis Kominfo, Irwan AR, Kadis Koperasi, Dendi Zulkhairi, Plt.Kadis DPMPTSP, Yuricho Efril.
Sebelum dilakukannya penandatanganan MoU tersebut, Penjabat Bupati Kampar, Hambali, SE,MH, mengatakan bahwa di Kabupaten Kampar, kami sudah memulai rencana detail tata ruang, tentunya pemetaan tersebut sangat kami perlukan, dan MoU ini untuk kemudahan pelakaanaan tersebut.
“Ini dapat memudahkan kita mendapatkan informasi terkait data-data pemetaan dan kita dapat lebih cepat, serta pengusulan daerah kawasan yang cukup tinggi untuk dilakukan pemutihan, kedepannya kami menginginkan adanya semacam shortcourse kepada ASN terkait pekerjaan pemetaan Kabupaten Kampar yang terkenal dengan sawitnya.” jelas Hambali
Hambali menambahkan bahwa perkebunan sawit terbesar di Riau itu berada di Kampar, namun hanya sedikit yang memiliki perizinan, maka dari itu kita mengupayakan kebun-kebun yang ada di kawasan tersebut untuk bisa dilakukan pemutihan agar nantinya bisa memberi dampak positif bagi kebutuhan masyarakat.
Selain itu, pemutihan merupakan keinginan terbesar karena di Kabupaten Kampar, masih banyak terdapat desa-desa yang berada di dalam kawasan hutan yang menyebabkan desa tersebut menjadi tertinggal yang berdampak pada masyarakat miskin ekstrim disana karena mereka tidak dapat mengolah hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. hari.
“Kita ingin belajar dan mencarikan solusi dalam bentuk apapun terkait geospasial agar bisa menyeimbangkan dan menyamakan frekuensi dengan pusat, harapan kami, dengan adanya MoU ini bisa menjadikan Kabupaten Kampar lebih baik, oleh karena itu kami sangat mengharapkan dukungan dari bapak ibu dari Badan Informasi Geospasial (BIG ).”harap Hambali.
Sementara itu, Muhammad Aris Marfai dalam Berbagainya mengatakan bahwa, tugas Badan Informasi Geospasial menurut uu no 4 tahun 2011 adalah menyelenggarakan info geospasial dasar dalam berbagai skala, rencana detail tata ruang (RDTR), membantu lembaga-lembaga ketika membutuhkan peta tamatik, dan memastikan infrastruktur untuk peta-peta agar berjalan dengan baik, serta melakukan pendampingan teknologi, terkait batas desa.
Aris juga memaparkan untuk persoalan-persoalan di Kabupaten Kampar, baik tapal batas dan lainnya, BIG bersedia memberikan pendampingan. Riau dan Kaltim sangat kompleks, terkait perusahaan perkebunan sawit yang berada di wilayah kawasan, masalah RTRW yang membuat kepala daerah pusing dan serba salah,
“Kami tentu akan membantu dengan senang hati, karena kami sangat mengapresiasi bila ada kepala daerah datang kesini dengan tujuan seperti ini, tentunya ini merupakan keseriusan yang harus kami bantu, mari kita sama-sama semangat berjuang inilah yang kami harapkan, kami sangat senang dengan Pemda yang aktif.” Tambahnya.
Editor : Kiky




Leave a Reply