Rohul,Bintangnasional.com-Dua kelompok Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Pertanian (PUK F-SPPP) Desa Sungai Kuning, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu, Senin, 12/02/2024. Nyaris bentrok dihalaman parkir Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Pt.Sumatera Karya Agro (SKA), Penyebab nyaris bentroknya para pekerja bongkar muat ini, dipicu adanya dua lisme kepengurusan (PUK-F.SPPP,) Kepengurusan ini masing-masing oleh “Thomson Sinaga” dan Tenang Sembiring” sementara masing-masing kelompok ini memilik anggota 150 orang, keributan berawal dari salah satu kelompok mencoba memsukkan satu unit truk pengangkut buah kelapa sawit untuk dibongkar didalam Pabrik namun sempat dihadang oleh kelompok lainnya sehingga terjadi adu mulut antar kelompok, namun berkat kesigapan para aparat keamanan maka keributan dapat diatasi setelah mobil pengangkut buah sawit mundur dan diperntahkan untuk berbalek putar arah,
Sementara kedua kelompok masing-masing paleng ber hak untuk bekerja bongkar muat di pabrik kelapa sawit (pks) karena masing-masing memiliki legalitas yang kuat, dari kelompok “Thomson Sinaga” meng anggap dia ysng ber hak, karena mediasi yang dilakukan sebelumnya telah memberikan tugas pekerjaan bongkar muat di pabrik ini kepada mereka, hal ini disampaikan salah seorang pengurus yang meeakili “Thomson Sinaga” yaitunya “Esra Simbolon” kdetika di wawancarai oleh aeak media, bahkan menurut “Esra Simbolon” pihaknya sudah bekerja selama 2 minggu ini, justru itu kami ingin melanjutkan pekerjaan kami, tapi mengapa kami dihalang-halangi ama meteka cetusnya,
Sementara dari pihak “Tenang Sembiring” juga menganggap kelompok merekalah yang bet hak untuk bekerja disitu.
Karena mereka yang memiliki legallitas sesuai surat perjanjian kesepakatan kerja sama antara Managemen Pt.Sumatera Karya Agro (SKA) yang di tanda tangani kedua belah pihak pada hari Rabu tanggal 11/11/2023 yang lalu dan akan berakhir pada tanggal 11/11/2025 yang akan datang, makanya kami yang paling berhak untuk bekerja disini dan kami sudah melengkapi segala sesuatu yang di syaratkan oleh perusahasn ini, kami sudah bertoleransi kepada kelompok mereka untuk bekerja pada 2 minggu yang lalu sesuai kesepakatan dalam mediasi dengan pihak perusahaan yang msna hasil kesepakatan dibagi per 2 minggu sekali untuk masing-masing kelopok dan pada hari ini tanggal 12/02/24 ini adalah jadwal kelompok kami yang bekerja kata Tenang Sembiring yang di amin kan oleh Rijal salah seorang dari kelompok Tenang Sembiring.
Selankutnya Ka.Polsek Rambah Samo ” AKP.Totok Rudianto ” melalui Babinkamtibmas “Aibda Refli ” mengatakan kepada awak media ketika tanya permasalahan yang sedang terjadi, beliau kurang mengetahui persis permasalahannya, karna selaku Babinkamtibmas di Desa Sungai Kuning selama ini tadak ada pernah terjadi permasalahan, bissanya aman aman saja kondusif, walaupun didesa Sungai Kuning ini penduduknya sangat Hetrogen tetdiri dari beberaps suku, disini ada Jawa, Batak, Nias, Melayu, Mandailing dan Minang, biasanya akur akur aja, tapi kenapa dengan adanya pabrik ini dibangun disini malah jadi berpecah belah seperti ini, tapi walaupun begitu kami dari pihak kepolisian akan berusaha untuk mencoba memediasi mereka agar bisa segera bersatu lagi pingkasnya.
Sementara dari pihak Managemen persahaan Pt.Sumatera Karya Agro melalui kabag Humasnya ketika dikonfirmasi prihal kejadian ini mengatakan, kami akan coba mengeluarkan surat edaran buat keduanya agar untuk senentara waktu kegiatan bongkar muat TBS di perusahaan akan diambil alih oleh pihak perusahaan hingga sampai tanggal 20 Februari ini, dan selanjutnya nanti akan di kordinasikan pada pihak mereka demi menjaga kondusifnya masa masa menjelang pemilu ini pungkssnya.
Namun setelah surat edaran dikeluarkan pihak kelompok “Tenang Sembiring” tidak terima dengan keputusan tersebut sehingga harus di negosiasi kembali sehingga disepakati bahwa untuk hari ini tidak diadaka bongkar muat sampai besok Selasa 13/02/24 sampai ada keputusan dari pimpinan perusahasn, setelah kesepakatan itu seluruh pengunjuk rasa dari kedua belah. Pihak lalu membubarkan diri tepat pukul 19.00wib,
Sementara dalam patauan wartawan ada lebih puluhan Truk Tronton bermuata TBS masih mengantri panjang numpuk dihalaman parkir pabrik. Penulis (Yi)
Editor : Kiky

Leave a Reply