{"id":2641,"date":"2024-03-22T16:10:00","date_gmt":"2024-03-22T16:10:00","guid":{"rendered":"http:\/\/ongib.com\/wp\/2024\/03\/22\/penyebab-kematian-bayi-van-di-rsud-arifin-achmad-masih-misterius-fppmm-endus-sejumlah-kejanggalan\/"},"modified":"2024-03-22T16:10:00","modified_gmt":"2024-03-22T16:10:00","slug":"penyebab-kematian-bayi-van-di-rsud-arifin-achmad-masih-misterius-fppmm-endus-sejumlah-kejanggalan","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/ongib.com\/wp\/2024\/03\/22\/penyebab-kematian-bayi-van-di-rsud-arifin-achmad-masih-misterius-fppmm-endus-sejumlah-kejanggalan\/","title":{"rendered":"Penyebab Kematian Bayi VAN di RSUD Arifin Achmad Masih Misterius, FPPMM Endus Sejumlah Kejanggalan"},"content":{"rendered":"<p><b><i><span style=\"color: #2b00fe;\"><\/span><\/i><\/b><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><b><i><span style=\"color: #2b00fe;\"><a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjJN4gQetG8CofaiZlkoG_dZ7xckq8wYj3xeo_V7FiCi2IqFDIr6iv09Tp-kAT-HrYtFheqbrZ1yCc1NMniM_w5WlSKzYVjC4x-brqodBUi7BXZBc6OP00GKYpnoflB6z3ourGTuf0UCKPptM5bp-Ba8sYJeBZReSKek9p7e7QaltaCfAuVm31zOMi2rOw\/s1466\/481C6CDA-1F83-4BF0-9C82-EF4B007DFC6A.jpeg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"1466\" data-original-width=\"900\" height=\"320\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjJN4gQetG8CofaiZlkoG_dZ7xckq8wYj3xeo_V7FiCi2IqFDIr6iv09Tp-kAT-HrYtFheqbrZ1yCc1NMniM_w5WlSKzYVjC4x-brqodBUi7BXZBc6OP00GKYpnoflB6z3ourGTuf0UCKPptM5bp-Ba8sYJeBZReSKek9p7e7QaltaCfAuVm31zOMi2rOw\/s320\/481C6CDA-1F83-4BF0-9C82-EF4B007DFC6A.jpeg\" width=\"196\" \/><\/a><\/span><\/i><\/b><\/div>\n<p><b><i><span style=\"color: #2b00fe;\"><br \/>Pekanbaru, Bintangnasioanal.Com<\/span><\/i><\/b>-Forum Pemuda Peduli Masyarakat Miskin (FPPMM) mendesak manajemen RSUD Arifin Achmad milik Pemprov Riau membeberkan secara bertanggung jawab dan transparan penyebab VAN, bayi berumur 1 bulan meninggal dunia pada Kamis (7\/3\/2023) lalu.<\/p>\n<p>Sejak peristiwa terjadi dua pekan lalu, hingga kini pihak rumah sakit dinilai tak memberikan penjelasan yang rasional dan memadai atas penyebab kematian VAN yang diduga karena kesalahan obat dan penanganan medis.<\/p>\n<p>Sebelumnya, manajemen RSUD Arifin Achmad dalam klarifikasinya hanya menyebut petugas medis sudah bekerja sesuai SOP dan tidak ada kesalahan dalam pemberian obat kepada bayi VAN. Namun, penjelasan rumah sakit tidak bisa diterima oleh BA, orang tua bayi VAN.<\/p>\n<p>Ketua Forum Pemuda Peduli Masyarakat Miskin (FPPMM) Agus Riano Putra menilai, dari pengumpulan informasi yang dilakukan pihaknya, banyak hal yang tidak transparan dikemukakan RSUD Arifin Achmad dalam penanganan bayi VAN. Hal yang paling krusial yakni pemberian obat yang tidak direkomendasikan untuk bayi. Selain itu, pihaknya juga menyoroti penanganan yang dilakukan tim medis sebelum bayi VAN meninggal dunia.<\/p>\n<p>&#8220;Kami minta RSUD menjelaskan apa yang menjadi tanda tanya keluarga dan masyarakat. Terangkan apa penyebab kematian bayi VAN, dan terangkan juga masalah obat yang menjadi kecurigaan kami, supaya bisa clear dan tidak menciptakan opini liar dalam permasalahan ini,&#8221; kata Agus Riano Putra, Kamis (21\/3\/2024).<\/p>\n<p>FPPMM mempertanyakan penjelasan Wakil Direktur RSUD Arifin Achmad Annisa Indrasari yang menyebut petugas RSUD bekerja sesuai SOP dan tidak ada kesalahan dalam pemberian obat.<\/p>\n<p>&#8220;Itu kan bahasa teori dia saja, kenapa dia tidak jelaskan penyebab utama kematian? Kenapa tidak jelaskan soal obat? Bagaimana mungkin pasien masuk dengan keluhan utama sakit mata, tapi tidak dilayani dokter spesialis mata sejak masuk rumah sakit hingga meninggal dunia? Ini masih satu soal yang yang harus dijawab. Apakah kondisi seperti itu yang disebut oleh dia (Annisa) sesuai SOP,? tanya Agus Riano.<\/p>\n<p>Agus membeberkan sejumlah dugaan kelalaian yang terjadi dalam penanganan bayi VAN. Seperti asesmen perawat pada 6 Maret 2024 pagi yang menyebut kesadaran anak lemah, tetapi tidak dilakukan tindakan intensif atau tindakan di ruang intensif, namun hanya ditangani di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan kemudian dibawa ke ruang rawat inap biasa.<\/p>\n<p>&#8220;Sekali lagi, apakah ini yang oleh pihak rumah sakit sebut sudah sesuai SOP,&#8221; kata Riano.&nbsp;<\/p>\n<p>Ia juga mempertanyakan soal penjelasan perawat kepada orang tua bayi yang mengaku telah menghubungi dokter spesialis anak, lantas memberikan anjuran pemberian resep obat. Padahal, diduga dokter anak sama sekali tidak mengunjungi bayi VAN.<\/p>\n<p>&#8220;Perawat memberikan resep obat hanya dengan menghubungi dokter spesialis anak, tanpa melihat kondisi pasien yang secara langsung. Apakah bisa resep obat diberikan lewat komunikasi jarak jauh tanpa melihat kondisi pasien? Apakah memang begini SOP-nya,&#8221; tegas Riano.<\/p>\n<p>Kejanggalan lainnya menurut Riano yakni soal pemberian resep kepada orang tua bayi VAN, dimana perawat menyuruh orang tua bayi mencari sendiri obat tersebut, hingga akhirnya dibeli dari apotek di luar rumah sakit.<\/p>\n<p>&#8220;Kenapa cuma diberi resep dan orang tua pasien disuruh cari obat sendiri? Bukankah perawat yang seharusnya membawakan obat ke kamar pasien? Bukankah tugas perawat yang meng-order obat ke instalasi farmasi dan membawakan obat ke kamar pasien,&#8221; sergah Riano.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, akibat stok obat di apotek RSUD Arifin Achmad habis, maka orang tua bayi VAN terpaksa mencari ke apotek luar.<\/p>\n<p>&#8220;Berarti obatnya tidak gratis ? Dibolehkan oleh BPJS beli obat dari luar? Apakah itu juga bagian dari SOP RSUD Arifin Achmad? Apakah tidak ada stok obat sejenis di rumah sakit sebesar RSUD Arifin Achmad,? kata Riano.<\/p>\n<p>Riano juga mempertanyakan mengapa nama dan jenis obat merek &#8220;P&#8221; yang diberikan perawat kepada orang tua bayi VAN diduga bukan untuk bayi berusia satu bulan. Soalnya, dalam kemasan obat &#8220;P&#8221; tercantum pemberitahuan kalau obat tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 1 tahun.<\/p>\n<p>&#8220;Apakah obat &#8220;P&#8221; aman untuk bayi 1 bulan? Kenapa tidak memilih obat yang direkomendasikan khusus untuk bayi 1 bulan saja ? Apakah ini salah obat ? Karena saat itu posisi dokter tidak melihat secara langsung ketika memberikan resep obat,&#8221; tegasnya lagi.<\/p>\n<p>Riano juga mengungkit soal pemberian obat dan takarannya yang atas arahan perawat diberikan oleh orang tua bayi VAN. Menurutnya, pemberian obat harusnya diberikan langsung oleh perawat, bukan orang tua pasien.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk bayi berusia 1 bulan, kenapa orang tua yang di suruh memberikan obat? Kok bukan perawat yang memberikan obat langsung ke pasien? Apakah tindakan seperti juga merupakan SOP RSUD Arifin Achmad,&#8221; tanya Riano lagi.<\/p>\n<p>Atas sejumlah dugaan kejanggalan tersebut, pihak FPPMM telah melayangkan surat permintaan klarifikasi dari manajemen RSUD Arifin Achmad.<\/p>\n<p>&#8220;Kami meminta agar surat kami tersebut dapat dibalas secepatnya, agar persoalan ini menjadi terang benderang,&#8221; kata Riano.<\/p>\n<p>Sebelumnya, sejak Sabtu (16\/3\/2024) lalu, Awak Media mencoba mengonfirmasi Wakil Direktur Bidang Medik dan Pelayanan RSUD Arifin Achmad Annisa Indrasari ikhwal SOP yang ia klaim telah dilakukan dalam penanganan bayi VAN. Namun, ia tak memberikan respon.(Rls\/ZH).<\/p>\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pekanbaru, Bintangnasioanal.Com-Forum Pemuda Peduli Masyarakat Miskin (FPPMM) mendesak manajemen RSUD Arifin Achmad milik Pemprov Riau membeberkan secara bertanggung jawab dan transparan penyebab VAN, bayi berumur 1 bulan meninggal dunia pada Kamis (7\/3\/2023) lalu. Sejak peristiwa terjadi dua pekan lalu, hingga kini pihak rumah sakit dinilai tak memberikan penjelasan yang rasional dan memadai atas penyebab kematian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[697],"tags":[],"class_list":["post-2641","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-rsud-pekanbaru"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/ongib.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2641","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/ongib.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/ongib.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ongib.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ongib.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2641"}],"version-history":[{"count":0,"href":"http:\/\/ongib.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2641\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/ongib.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2641"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/ongib.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2641"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/ongib.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2641"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}