{"id":3624,"date":"2023-12-09T02:15:00","date_gmt":"2023-12-09T02:15:00","guid":{"rendered":"http:\/\/ongib.com\/wp\/2023\/12\/09\/kaitan-seleksi-pppk-istilah-penambahan-nilai-30-porsen-tidak-ada\/"},"modified":"2023-12-09T02:15:00","modified_gmt":"2023-12-09T02:15:00","slug":"kaitan-seleksi-pppk-istilah-penambahan-nilai-30-porsen-tidak-ada","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/ongib.com\/wp\/2023\/12\/09\/kaitan-seleksi-pppk-istilah-penambahan-nilai-30-porsen-tidak-ada\/","title":{"rendered":"Kaitan Seleksi PPPK, Istilah Penambahan Nilai 30 Porsen Tidak Ada"},"content":{"rendered":"<\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEg1e1E9pi_hrCb52q5QxsjQvbKkYLfYaoxUGcOmC8zfSPbdJVCeLPVu4NPugJOnuYMkoGlUfCIhXYFnIfxKSQcNpSxuBG0xHpDYzfIhKRGcOQ2F525k0_BA9ydfPlp5ypgSJg3zmeO6wnYPXxXK1nAo9HH6pD_2xFAVPTGXP6sZemL50UXuAG4PrKAoCls\/s604\/IMG-20231208-WA0067.jpg\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"371\" data-original-width=\"604\" height=\"197\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEg1e1E9pi_hrCb52q5QxsjQvbKkYLfYaoxUGcOmC8zfSPbdJVCeLPVu4NPugJOnuYMkoGlUfCIhXYFnIfxKSQcNpSxuBG0xHpDYzfIhKRGcOQ2F525k0_BA9ydfPlp5ypgSJg3zmeO6wnYPXxXK1nAo9HH6pD_2xFAVPTGXP6sZemL50UXuAG4PrKAoCls\/s320\/IMG-20231208-WA0067.jpg\" width=\"320\" \/><\/a><\/div>\n<p><b>Beritanasional.com<\/b>, BIMA | Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima Zunaidin HI, S.Sos., MM menegaskan kembali bahwa tidak ada lagi penambahan 30 persen nilai bagi honorer yang ikut tes PPPK Kabupaten Bima beberapa pekan lalu.<\/p>\n<p>Nilai tertinggi menjadi penentu kelulusan mereka. Meski terdapat surat dari Kemenpan RB untuk dijadikan acuan dalam menambah nilai 30 persen bagi honorer yang usia diatas 30 tahun, namun surat itu tidak mewajibkan daerah sebagai rujukan untuk penambahan itu<\/p>\n<p>Dalam bunyi surat Kemenpan itu, ditujukan kepada duta kabupaten agar &#8220;dapat&#8221; mengambil, bukan mewajibkan, dan banyak kabupaten tidak mengambil itu, karena akan memberi peluang bagi oknum-oknum yang nakal untuk bermain&#8221; ungkap Zunaidin.<\/p>\n<p>Dalam tes PPPK Kabupaten Bima tahun 2023 ini, Kadis berharap dapat melahirkan guru pendidik yang cerdas, melalui pelaksanaan tes yang adil dan transparan.<\/p>\n<p>&#8220;Kita selalu menghindari aksi protes, dan mereka yang tidak lulus itu karena mereka malas&#8221; cetusnya.<\/p>\n<p>Selain isu penambahan 30 persen, tersiar kabar juga, jika sisa K2 kemarin akan diangkat langsung, meski nilai tes mereka rendah.<\/p>\n<p>Lagi-lagi hal ini dibantah dengan keras oleh Kadisdikbudpora Bima yang ditemui media ini usai acara cek pelaksanaan SAS yang dilaksanakan MKKS di Kantor Dinas Dikbudpora&nbsp; Senin pagi.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak ada istilah diprioritaskan, dalam tes ini siapa yang nilai tertinggi itu yang lulus&#8221; tandasnya. (Kmn)<\/p>\n<p>Editor: Kiky<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beritanasional.com, BIMA | Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima Zunaidin HI, S.Sos., MM menegaskan kembali bahwa tidak ada lagi penambahan 30 persen nilai bagi honorer yang ikut tes PPPK Kabupaten Bima beberapa pekan lalu. Nilai tertinggi menjadi penentu kelulusan mereka. Meski terdapat surat dari Kemenpan RB untuk dijadikan acuan dalam menambah nilai 30 persen bagi honorer [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[789],"tags":[],"class_list":["post-3624","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pemerintahan"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/ongib.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3624","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/ongib.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/ongib.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ongib.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ongib.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3624"}],"version-history":[{"count":0,"href":"http:\/\/ongib.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3624\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/ongib.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3624"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/ongib.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3624"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/ongib.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3624"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}