Rohul, Bintangnasional.com-Masyarakat petani diseputaran Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) Pt.SKA desa Sungai Kuning, kecamatan Rambah Samo kembali mengeluhkan bocor/meluapnya Kolam Limbah Air Lindih Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Pt.SKA,
Sesuai pantauan awak media pada hari Sabtu 24/02/2024 siang, ke lokasi terjadinya luapan Kolam Penampungan Air Lindih Pt.SKA yang terletak di antara areal perkebunan Pt.SAI desa Sungai Kuning, melihat benar adanya luapan dan rembesan dari kolam penampungan yang ada,
Menurut salah seorang warga petani Jhon.S yang ikut bersama Tim awak media ke lokasi, mengatakan beginilah pak !, akibat dari bocor dan merembesnya kolam limbah mereka (PT.SKA) sehingga mengakibatkan tidak bisanya kami kembali memanen buah kelapa sawit kami, ini sudah yang kesekian kalinya terjadi seperti ini, kami sudah pernah sampaikan kepihak perusahaan, bahkan beberapa waktu yang lalu dari pihak pemerintah kabupaten melalui DLH sudah pernah turun melhat ini, dan katanya pihak DLH sudah ada merekomendasikan untuk segera memperbaiki sistim penampungan limbah disini, namun nyatanya sampai sekarang masih seperti ini juga, masih bocor dan melimpah ke perkebunan kami,
Masih menurut Jhon, ini baru hujan sebentar tadi aja sudah begini !, melimpahnya bagai mana pula waktu musim penghujan kemaren yang mengakibatkan kami tidak bisa panen hingga beberapa kali panenan, akibat tidak tertampungnya limbah dari kolam yang tidak sanggup untuk menampung air limbah produksi perusahaan yang mengoperasikan 4 unit mesin pengolahan yang berkapasitas 40 Ton/jam nya, sudah berapa banyak kerugian kami selama ini pak, sama siapa lagi kami harus mengadukan nasib kami ini !?, kata Jhon.S
Sementara salah seorang warga masyarakat Sungai Kuning, yang tidak mau identitasnya disebutkan, kepada wartawan mengatakan, kami mendengar kemaren telah ada pihak perusahaan menabur 8000 benih ikan pada lokasi kolam limbah Pt.SKA, sementara kami tidak mengerti dimana mereka menaburkannya, kalau mereka menabur disekitaran parit yang ada disini apa mungkin ikan akan bisa hidup, sementara airnya saja seperti itu hitamnya, kalau 8000 benih yang ditabur disini menurut kami yang mati populasinya sudah jutaan, Saya rasa hal ini pihak perusahaan harus segera menanggapi persoalan ini secepatnya, katanya mengakhiri.(YI).
Editor : Kiky



Leave a Reply