AKSI DEMMO DAMAI MASYARAKAT ADAT SUNGAI KUNING TUNTUT PT.SKA TUTUP AKTIPITAS SEMENTARA

Rohul, Bintangnasional.com-Ratusan masayarakat Adat desa Sungai Kuning, kecamatan Rambah Samo, Kamis (07/03/2024) mengadakan aksi demo didepan kantor manejemen Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT.SKA desa Sungai Kuning, kecamatan Rambah Samo kabupaten Rokan Hulu Riau.

Aksi Demo yang diadakan oleh masyarakat Adat Sungai Kuning didepan kanror menejemen Pt.SKA, desebabkan adanya ketidak transparanan pihak perusahaan kepada masyarakat desa Sungai Kuning dalam beberapa hal.

Aksi damai yang dikomandoi langsung oleh tokoh tokoh adat desa Sungai Kuning, Ninik Mamak Datuk-Datuk, Punggawa Punggawa yang tergabung dalam “Laskar Melayu Riau (LMR) dan Lembaga Masyarakat Melayu Bersatu (LMMB) ” Tokoh masyarakat, tokoh Pemuda dan Kepala Desa Sungai Kuning, ” Kholik”.

Dalam aksi Demo masyarakat Adat menyampaikan 7 point Tuntutan, yang dibacakan oleh salah seorang Punggawa LMMB Sungai Kuning ” Yarahman Yaqib ” .yang meminta agar segera menutup oprasional Perusahaan PMKS apa bila pihak perusahaan tidak mengindahkan tuntutan masyarakat, yang mana tuntutan diantaranya, perusahaan harus segera menanggulangi pencemaran lingkungan akibat kebocoran sistim kolam penampungan limbah, yang mengakibatkan kematian populasi ikan, disekitaran area aliran anak sungai yang ada disekitarnya, yang diduga akibat dari air limbah yang berasal dari Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) Pt.SKA desa Sungai Kuning, kecamatan Rambah Samo, kabupaten Rokan Hulu.

Selanjutnya tuntutan lainnya, agar pihak perusahaan memberdayakan masyarakat tempatan, minimal 60 persen dari tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan, sesuai kebijakan kearipan lokal, dan apa bila tuntutan masyarakat ini tidak ditindak lanjuti kami masyarakat meminta untuk menutup sementara segala kegiatan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) Pt.SKA ini !. Pungkas Yarahnan Yaqib yang sering dipanggil bang “Kaman”.

Orasi yang disampaikan secara bergantian oleh tokoh-tokoh masyarakat, diantaranya salah seorang tokoh ” Ekendri ” yang menekankan untuk diadakannya perekrutan tenaga kerja di Pt.SKA dengan mengutamakan masyarakat tempatan, karna menurut “Ikel” (sapaan yang biasa dipanggil bagi Ekendri), tenaga kerja yang selama ini dipekerjakan oleh Perusahaan Pt.SKA hampir kesemuanya orang- orang dari luar desa Sungai Kuning.

Dalam orasinya Ikel meneriakkan kekecewaannya kepada pihak Manajemen perusahaan yang tidak juga mau menemui para pendemo, Hai pihak perusahaan tolong kalaian hargai Ninik mamak, Datuk-datuk kami, hargai Kepala desa kami, hargai tokoh-tokoh adat kami, ini tanah adat kami.

Sementara Ketua LMMB Rohul ” Alirman ” menekankan dalam orasinya, agar pihak Perusahaan tahu diri, seperti kata pepatah Melayu dimana Bumi dipijak disitu Langit dijunjung, oleh karenanya agar pihak perusahaan menjunjung tinggi kearipan lokal dengan menempatkan pekerjanya dari Masyarakat, Pemuda tempatan yang lebih diutamakan, dan memohon kepada Menejemen Perusahaan untuk dapat menerima perwakilan pendemo bisa bertemu untuk benegosiasi agar para pendemo berjalan tertif dan kondusif.

Sementara Kepala desa Sungai ” Kholik ” dalam penyampaian orasinya dengan penuh haru Kades menyampaikan agar pihak perusahaan bisa menghargai tokoh masyarakat desa Sungai Kuning, karna kami telah memberikan apa apa yang dibutuhkan oleh perusahaan ini, dari awal kami berikan rekomendasi demi berdirinya perusahaan ini dengan harapan agar masyarakat kami bisa dapat bekerja diperusahaan ini, namun setelah perusahaan ini berdiri, beroprasi bukannya masyarakat kami menjadi aman, malah menjadi perpecahan di tengah-tengah masyarakat, oleh karena itu dengan adsnya kejadian demo hari ini, kami/saya atas nama pemerintah desa Sungai Kuning mengharapkan kepada menejemen perusahaan ini agar segera mengambil langkah-langkah agar menyikapi dengan secepatnya persoalan yang menjadi tuntutan masyarakat desa Sungai Kuning, apa bila pihak perusahaan tidak segera menyikapinya hal ini, saya atas nama Kepala desa Sungai Kuning tudak akan bertanggung jawab tentang apa yang akan terjadi dekemudian hari nanti, pungkas Kades ” Kholik ” mengakhiri orasinya dengan masih menahan air mata harunya.

Demo Aksi damai yang dikawal ketat oleh aparat keamanan dari Kepolisian dan TNI berjalan tertif, hingga pukul 14.15 wib. 

Dengan dipasilitasi pihak Kepolisian akhirnya pihak menejemen perusahaan menerima perwakilan pendemo sebabyak 7 orang untuk bernegosiasi, mencari solusi yang terbaik, akhirnya pihak perusahaan akan dan pihak perwakilan yang diutus untuk bernegosiasi, yang terdiri dari tokoh Adat, tokoh Pemuda, tokoh Masyarakat dan Kepala Desa Sungai Kuning, bersepakat untuk melanjutkan persoalan tersebut kepihak pemerintah kabupaten, yang dijadwalkan pada tanggal 15/03/2024 yang akan datang, dengan adanya kesepakatan tersebut yang dismpaikan oleh ketua Punggawa Lembaga Melayu Riau, ” Alirman ” akhirnya pihak pendemo dipersilahkan untuk membubarkan diri kembali kerumah masing-masing dengan tertib.(YI).

Editor : Kiky


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *