KARAWANG, BINTANGNASIONAL.COM – Suhenda ayah dari pasien inisial SN berusia 18 bulan mengaku kecewa terhadap pelayanan medis di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Hastin di Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.
Pasalnya pasien balita yang baru berusia 18 bulan tersebut harus mendapatkan pelayanan medis lebih serius karena pihak Puskesmas Tidak sanggup lagi disebabkan balita tersebut mengalami demam dan panas mencapai 37 ⁰C sehingga dirujuk ke RS Hastin
Adapun kekecewaan keluarga pasien dikarenakan anaknya terlalu lama belum juga dilakukan pengambilan sampel darah untuk dibawa ke laboratorium guna mengetahui penyakit yang diderita pasien
“Sudah daftar ke IGD lebih kurang 30 menit, itu anak belum ada tindaklanjuti belum di lab. Seharusnya kan ketika puskesmas sudah merujuk otomatis harus ditindaklanjuti,” kata Suhenda yang merupakan Petugas Sosial Masyarakat (PSM) desa Srikamulyan, Kecamatan Tirtajaya, Rabu (15/05/24).
“Makanya saya negur ke pihak perawat dan dokter. Dok bagaimana ini kok belum di lab? Nanti pak sekalian infusannya ganti,” dia menirukan jawaban dari petugas medis di ruang IGD RS Hastin.
Dikarenakan di suruh nunggu, akhirnya Suhenda pun menunggu sesuai arahan dari petugas medis di IGD. Namun terlalu lama sehingga membuat SN menangis dan membuat ia panik. Namun disaat anaknya nangis terlihat salah satu pasien sendiri menggunakan baju seragam dinas malah langsung ditangani sehingga membuatnya kembali menegur petugas medis di IGD.
“Otomatis saya tunggu. Lebih kurang 20 menit saya tunggu enggak ada reaksi sampai anak saya nangis saya nyamperin anak saya yang nangis. Lalu ada pasien yang baru datang sendiri mentang-mentang dia pakai baju dinas langsung dia tangani,” ucapnya.
“Terus saya nanya lagi sama dokter. Wajarkan? dok kenapasih anak saya belum juga di lab, infusannya berdarah belum di ganti, terus kenapa yang baru datang enggak emergency didahulukan? Bapak jangan gitu, itukan sudah ditangani kata dokter,” kembali menirukan jawaban petugas medis.
Tak terima mendapatkan protes darinya, salah satu petugas medis kata dia seperti naik pitam karena menepuk dada sambil menyebut namanya
Mentang-mentang dokter dia sampai tepuk dada “ini dokter hendro” oke, mari kita bermain dok. Jangan mentang-mentang lu sebagai dokter mau melawan seorang PSM,” ungkapnya
Karena merasa kecewa dengan pelayanan medis di IGD Hastin, akhirnya Suhenda membawa anaknya ke rumah sakit Proklamasi Rengasdengklok.
Saat jurnalis melakukan konfirmasi ke RS Hastin, diduga salah satu petugas medis di bagian IGD membenarkan bahwa ada salah satu pasien merasa kecewa terhadap pelayanan medis sehingga tidak jadi di rawat di RS Hastin
Adapun alasannya diduga terlalu lama menunggu petugas medis yang mengambil Sempel darah untuk di lab supaya dapat diketahui apa keluhannya. Sementara petugas medis bagian lab sedang tidak ada di IGD namun sedang mengambil Sempel darah pasien lain di ruangan berbeda.
“Keluhan pasien yang saya dengar karena pasien itu dibawa oleh Puskesmas ke sini, dia enggak mencantumkan hasil lab dari puskesmas sehingga di sini harus ambil ulang dan sudah ngobrol sama keluarganya pasien belum diambil lab sambil konfirmasi ke orang lain sambil dijelaskan dari pertama juga,” kata Kamaludin salah satu manajemen di ruang IGD RS Hastin.
Setelah protes terhadap pelayanan medis, lalu keluarga pasien membawa anaknya keluar ruangan dan pergi meninggalkan IGD. Dikarenakan bagian lab sudah dihubungi, akhirnya petugas lab datang tapi pasien sudah meninggalkan IGD.
“Entah enggak sabar atau bagaimana, atau ada pembicaraan yang kurang dipahami oleh keluarga karena pasien di IGD banyak, Ketika pasien keluar orang lab ini datang, bahkan ada dua orang yang mau diambil darah untuk di lab,” tuturnya
Lanjutnya ‘Memang pasien demam sudah dua hari tapi suhunya 37 ⁰C dan sudah di kasih obat. Tinggal nunggu saja hasil lab karena mau diambil lab, dan ketika pasien itu berangkat ijin pamit, orang lain datang,” jelasnya
Adapun keluarga pasien membawa anaknya ke IGD sekitar jam 12 siang dan meninggalkan IGD sekitar jam 12:52. “Saya telp orang lab 12:30 dan bapak ini berangkat jam 12:52. Dia masuk sekitar jam 12 siang
Kamaludin pun tidak menepis soal adanya miskomunikasi antara keluarga pasien dengan salah satu dokter di IGD yang diduga membuat keluarga pasien pergi meninggalkan rumah sakit dan pindah ke rumah sakit lain. Ia meminta maaf kepada keluarga pasien karena keluarga pasien merasa kecewa.
“Mungkin ada miskomunikasi dari pihak keluarga dan dokter dan mungkin penjelasannya kurang enak jadi kecewa, saya juga minta maaf karena keluarga pasien kecewa,” pungkasnya.
( Pan)
EDITOR: BINTANG


Leave a Reply