Rohul, Bintangnasional.com-Yayasan Bening Nusantara (YBN) bersama awak media (Bintangnasional.com) Rabu 19/06/24 melakukan investigasi ke Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu Riau.
Dari Ivestigasi ada tiga Desa yang dikunjungi Desa Kepenuhan Makmur, Desa Kepenuhan Sejati, Desa Sei Mandian. Selain mengunjungi kantor desa awak media (Bintangnasional.com) dan Tim juga menemui beberapa tokoh masyarakat dari ketiga desa tersebut.
Dari ketiga desa yang dikunjungi awak media tak satupun kantornya yang buka padahal ketika awak media berunjung hari baru menunjukkan sekitar pukul 11.00 wib, ditunggu hingga pukul 14.00 wib, kantor desa masih belum juga buka.
Sementara informasi yang diterima dari masyarakat desa Kepenuhan Makmur, yang namanya tidak mau disebutkan, bahwa kantor desa Kepenuhan Makmur jarang buka, terkadang kalaupun buka hanya kaurnya saja yang ada sementara kepala desa Gustia Hendri jarang masuk kerja.
Sementara desa Kepenuhan Sejati sama sekali kantor desanya tidak pernah buka, bahkan kantor desa jadi sarang kucing dan sarang kelelawar, sedangkan Kepala Desanya yang juga Gustia Hendri tidak pernah masuk.
Begitupun dengan desa Sei Mandian hanya buka sekali seminggu yaitu pada hari Sabtu saja itupun yang buka paling cuma Sekdesnya, sementara Kepala desanya Sudirman juga tidak pernah masuk.
Kunjungan Yayasan Bening Nusantara (YBN) bersama awak media pada intinya adalah guna ingin mendalami legalitas Ketiga desa tersebut.
Terkait hal tersebut ketika Tim YBN dan awak media mewawancarai tokoh masyarakat, ditemukan fakta bahwa ketiga desa tersebut tidak mempunyai dasar hukum, desa tersebut tidak terdaftar baik di pemerintah Kabupaten Rokan Hulu maupun di Depdagri, oleh karenanya Tim patut menduga ketiga desa tersebut sebagai desa “Siluman”.
Sebagaimana juga pengakuan Sucipto sekdes desa kepenuhan sejati bahwa desa Kepenuhan sejati belum terdaftar di pemerintahan Kabupaten Rokan Hulu dan selama ini tidak pernah ada bantuan dari pemerintah kabupaten, begitupun pernyataan tokoh masyarakat desa Kepenuhan Makmur yg namanya tidak mau disebutkan, juga menyatakan desanya memang tidak terdaftar.
Oleh karenanya untuk menindak lanjuti permasalahan ini dalam waktu dekat YBN akan mengkonfirmasi kepada camat kepenuhan dan Bupati Rokan Hulu untuk menanyakan persoalan ini agar semua terang mengapa bisa terjdi sedemikian, agar pemerintah bisa mengambil langkah bagaimana solusinya, agar ketiga desa ini tidak dianggap desa Siluman.(Yi).
SUMBER : KIKY

Leave a Reply